Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD menguat setelah data AS yang beragam, fokus beralih ke pertemuan Trump-Putin
Saturday, 16 August 2025 03:58 WIB | EUR/USD |EUROPE

EUR/USD berbalik arah dan menguat pada hari Jumat, mengabaikan data Penjualan Ritel AS yang solid karena pelaku pasar masih memperkirakan penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada bulan September. Pasangan ini diperdagangkan di 1,1702, naik 0,47%.

Perhatian pasar beralih ke Anchorage, Alaska, untuk pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan ekspektasi analis tetap rendah untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina. Sementara itu, Trump mengatakan bahwa ia tidak tahu apa yang akan membuat reuni tersebut sukses dan bahwa ia ingin mencapai gencatan senjata sebelum Washington dan Moskow dapat membahas isu-isu lain.

Menurut beberapa analis, gencatan senjata akan menguntungkan Euro, yang menurut analis UBS, akan mencapai 1,21 terhadap Dolar AS pada akhir tahun.

Selain itu, Penjualan Ritel di AS solid pada bulan Juli, sementara angka bulan Juni direvisi naik, menandakan kekuatan konsumen. Meskipun demikian, survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan pada bulan Agustus menunjukkan penurunan kondisi rumah tangga Amerika, yang dipicu oleh ekspektasi percepatan kembali inflasi.

Di seberang lautan, jadwal ekonomi Uni Eropa (UE) minggu depan akan menampilkan PMI Flash bagi blok tersebut untuk memberikan bukti lebih lanjut tentang pemulihan di sektor manufaktur. Selain itu, angka inflasi UE dan Jerman dapat memperkuat argumen bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dapat menghentikan siklus pelonggarannya, yang memberikan dukungan lebih lanjut bagi mata uang bersama.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS